Tidak Seperti Kemarin

26
Apr

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan. —Ulangan 8:3

Tidak Seperti Kemarin

Saat cucu kami Jay masih kecil, orangtuanya memberinya kaus baru saat ia berulang tahun. Ia langsung memakainya dan dengan bangga mengenakannya seharian.

Keesokan paginya, waktu ia muncul dengan kaus yang sama, ayahnya bertanya,“Jay, kamu senang dengan kaus itu?”

“Lebih senang kemarin,” jawab Jay.

Itulah masalah dari mengumpulkan harta: bahkan barang-barang yang baik dalam hidup ini tidak dapat memberi kita kebahagiaan yang menetap, sesuatu yang sangat kita dambakan. Meskipun kita memiliki banyak harta, bisa jadi kita tetap tidak bahagia.

Dunia menawarkan kebahagiaan dengan mengumpulkan banyak barang: pakaian baru, kendaraan baru, telepon atau jam tangan model terbaru. Namun, tidak ada harta yang dapat membuat kita sebahagia pada saat kita baru mendapatkannya. Kita diciptakan untuk Allah dan di luar Dia, tidak ada sesuatu hal yang bisa membuat kita merasa cukup.

Suatu hari, saat Yesus sedang berpuasa dan kelaparan, Iblis menghampiri-Nya dan mencobai Dia untuk memuaskan rasa laparnya dengan menciptakan roti. Yesus melawan dengan mengutip Ulangan 8:3, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4).

Itu tidak berarti bahwa kita harus hidup hanya dari roti. Yesus justru sedang mengungkapkan sebuah fakta: kita adalah makhluk rohani dan bahwa kita tidak bisa hidup dari materi saja.

Kepuasan sejati ditemukan dalam Allah dan kekayaan rohani yang dianugerahkan-Nya kepada kita. —David H. Roper

WAWASAN

Empat puluh hari puasa Yesus di padang gurun Yudea mencerminkan empat puluh tahun perjalanan Israel di padang gurun Sinai. Dengan mengingat bagaimana Roh Allah memimpin bangsa Israel ke tanah yang gersang itu, Yesus berulang kali mengutip pengalaman tersebut (Ulangan 6:16; 8:3; 10:20), karena Dia juga menghadapi berbagai tantangan yang menguji kepercayaan-Nya kepada Allah dalam memberi makanan dan penyertaan yang menjadi dasar hidup dan misi-Nya (Matius 4:1-2; Ulangan 8:3). Dalam setiap ujian, Yesus memilih untuk percaya pada kebaikan Bapa yang Dia kenal daripada kepuasan (Matius 4:3), bantuan (ay.6), dan kompromi (ay.8-9) yang ditawarkan oleh musuh-Nya (ay.10).—Mart DeHaan

Mengapa harta kekayaan tidak dapat memberi kebahagiaan jangka panjang? Hikmah apa yang telah Anda pelajari dari harapan-harapan Anda di masa lalu?

Ajarlah kami, Allah, apa artinya hidup dengan kekayaan-Mu hari ini. Engkaulah empunya semua yang benar-benar kuperlukan!

Leave a Comment