Rencana Pensiun dari Allah

29
Apr

Lalu Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. —Keluaran 3:2

Rencana Pensiun dari Allah

Seorang arkeolog, Dr. Warwick Rodwell, sedang bersiap memasuki masa pensiun ketika ia menemukan sesuatu yang luar biasa di Katedral Lichfield, Inggris. Ketika para pekerja menggali sebagian lantai gereja untuk menggantinya dengan alas yang baru, mereka malah menemukan patung Gabriel, sang penghulu malaikat. Patung itu diperkirakan berusia 1.200 tahun. Seketika itu juga Dr. Rodwell batal untuk pensiun karena ia langsung sibuk menggarap proyek baru yang ditemukannya itu.

Musa berusia delapan puluh tahun waktu ia diperhadapkan pada sebuah peristiwa yang akan mengubah hidupnya selamanya. Meski berstatus anak angkat putri Mesir, Musa tidak pernah melupakan darah Ibrani yang mengalir dalam dirinya, sehingga ia sangat marah saat menyaksikan ketidakadilan yang dialami bangsanya (Kel. 2:11-12). Saat Firaun tahu bahwa Musa telah membunuh orang Mesir yang sudah memukul seorang Ibrani, ia berencana membunuh Musa hingga Musa terpaksa kabur dan menetap di Midian (ay.13-15).

Empat puluh tahun kemudian, saat Musa sudah berumur delapan puluh tahun dan sedang menjaga ternak ayah mertuanya, “Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api” (kel. 3:2). Saat itulah, Allah memanggil Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir (ay.3-22).

Dalam kehidupan Anda saat ini, tugas apa yang Allah ingin Anda lakukan demi tujuan besar-Nya? Apa rencana-rencana baru yang Allah taruh dalam jalan hidup Anda? —Ruth O’Reilly-Smith

WAWASAN

Allah menyuruh Musa melepaskan kasutnya karena “tempat di mana [ia] berdiri itu, adalah tanah yang kudus” (Keluaran 3:5). Apa yang membuat tanah itu kudus? Hadirat Allah. Itulah hadirat yang sama yang menguduskan ruang Maha Kudus di Kemah Pertemuan dan Bait Allah sehingga membuat adanya berbagai batasan untuk dapat memasukinya (Imamat 16:2-3).—J.R. Hudberg

Apa yang Anda pelajari dari Musa dan panggilan Allah atasnya? Mengapa penting bersikap terbuka terhadap hal baru yang sedang Allah kerjakan dalam hidup Anda?

Allah yang kudus, jadilah Tuhan atas seluruh hidupku, dan kuserahkan semua hari-hariku kepada-Mu.