Orang Kudus dan Pendosa

30
Apr

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” . . . Dan [Petrus] berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” —Yohanes 21:17

Orang Kudus dan Pendosa

Sebelum mengikuti jejak Yohanes Pembaptis dengan hidup di padang gurun, Maria dari Mesir (± 344–421 m) menghabiskan masa mudanya mengejar kesenangan amoral dan menggoda para lelaki. Di puncak kebejatannya, ia melakukan perjalanan ke Yerusalem dengan niat menggoda para peziarah. Akan tetapi, ia justru dibuat sadar akan dosa-dosanya dan setelah itu memilih hidup dalam pertobatan dan kesendirian di tengah padang gurun. Transformasi radikal yang dialami Maria menggambarkan dahsyatnya anugerah Allah dan kuasa pemulihan oleh salib Kristus.

Petrus telah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali, padahal beberapa jam sebelumnya, ia pernah menyatakan kerelaannya mati bagi Yesus (Luk. 22:33). Kegagalan untuk menepati kata-katanya sendiri merupakan pukulan berat bagi Petrus (ay.61-62). Setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Petrus sedang mencari ikan bersama para murid di saat Yesus muncul di tengah mereka. Yesus memberi kesempatan bagi Petrus untuk menyatakan kasihnya sebanyak tiga kali—jumlah yang sama dengan penyangkalannya (Yoh. 21:1-3). Kemudian, dengan setiap pengakuan Petrus, Yesus menugaskan Petrus untuk menggembalakan umat-Nya (ay.15-17). Sebagai dampak dari anugerah luar biasa yang Yesus tunjukkan, Petrus pun memegang peran penting dalam membangun gereja hingga pada akhirnya ia rela menyerahkan nyawanya untuk Tuhan.

Catatan perjalanan hidup kita mungkin juga diawali dengan serangkaian kegagalan dan kekalahan, tetapi anugerah Allah selalu memungkinkan kita untuk menutup catatan itu dengan manis. Oleh anugerah-Nya, Dia menebus dan mengubah kita. —Remi Oyedele

WAWASAN

Yesus memperingatkan Petrus bahwa Iblis telah meminta izin untuk mengujinya dan iman Petrus akan gugur (Lukas 22:31-34). Sebelum ditangkap, Dia kembali mewanti-wanti Petrus: “Berjaga-jagalah dan berdoalah. . . Roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Matius 26:41). Ketika Yesus ditangkap, semua murid-Nya melarikan diri. Namun, Petrus dan Yohanes berubah pikiran dan mengikuti Yesus sampai ke rumah Imam Besar dan dibolehkan masuk karena Yohanes “mengenal Imam Besar” (ay.56-58; Yoh 18:15-16). Di halaman rumah itu, Petrus berbaur dengan para pelayan Imam Besar. Di sanalah ia gugur di bawah tekanan dan menyangkal Kristus tiga kali (Lukas 22:54-61). Bertahun-tahun kemudian, berdasarkan pengalaman kegagalannya, Petrus memperingatkan kita: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8).—K.T. Sim

Bagaimana selama ini Anda mengalami anugerah Allah yang mengubahkan? Bagaimana Anda dapat mengungkapkan anugerah-Nya kepada sesama?

Anugerah Allah mengubah kita dari pendosa menjadi orang kudus.