KAWANAN RUBAH KECIL

23
May

Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga! (Kidung Agung 2:15)

Anak dari seorang teman gereja nyaris kehilangan nyawa gara-gara terkena tusukan sate tanpa sengaja saat berkemah. Luka infeksi yang menjalar begitu cepat membuat keadaan anak ini kian memburuk, tetapi nyawanya masih tertolong berkat kesigapan ibunya, juga para dokter dan perawat di rumah sakit. Mendengar cerita langsung dari sang ibu, saya pun menarik kesimpulan bahwa sebaiknya memang kita tidak meremehkan hal-hal kecil yang terkadang bahkan dapat membahayakan nyawa.

Penulis Kidung Agung mengungkap masalah yang bisa didatangkan oleh para rubah kecil. Jika tidak segera ditangkap atau setidaknya diusir, maka kebun anggur akan rusak bahkan musnah. Jika dipersempit konteksnya dalam kehidupan berumah tangga, maka kawanan rubah kecil itu dapat diartikan sebagai hal-hal yang dapat merepotkan, membahayakan bagi kesehatan, mengancam kehidupan ekonomi, bahkan bisa mengancam keutuhan rumah tangga. Kalau sudah begini, sebenarnya tak ada hal yang sepele sehingga harus segera ditangani sebelum mendatangkan akibat yang fatal. Bukankah orang sering terpeleset oleh kulit pisang, bukan karena menginjak setandan pisang, apalagi tersandung pohon pisang yang melintang di jalan?

Mari lakukan screening singkat, adakah “para rubah kecil” yang sedang mengintai bahkan mulai menyerang keluarga kita? Apakah selama ini kita kerap mengabaikan atau menganggap remeh hal-hal sederhana, yang sebenarnya dapat membawa akibat fatal bagi kehidupan kita? Kiranya peringatan firman Tuhan hari ini membuat kita lebih waspada.

SESUATU YANG TERLIHAT TIDAK MEMBAHAYAKAN, TERKADANG JUSTRU PUNYA POTENSI MEMATIKAN